• 15

    Mar

    Selamat Hari Ayah, Bu!

    Kami tahu Ibu bukanlah ayah kami namun dalam banyak hal Ibu adalah ayah kami. Kami hanya ingin berterima kasih untuk hal-hal yang biasa dilakukan oleh seorang ayah,yang Ibu lakukan untuk kami. Hanya sayang, tak ada yang menjual kartu hari Ayah untuk seorang ibu yang menjadi orangtua tunggal. Terima kasih Ibu, kau telah mengajari kami bahwa obeng yang mempunyai titik silang disebut Philips dan bahwa gagangnya juga dapat berfungsi sebagai palu. Terima kasih Ibu, kau telah mengajari anak-anak lelakimu untuk membersihkan kamar, karena ternyata wanita tidak tertarik kepada sarjana yang tidak rapi, sehebat apapun ia! Terima kasih Ibu, kau telah mengajak kami berlomba dalam bersendawa, sebagai bagian dari kebiasaan laki-laki dewasa pada umumnya. Dan,terima kasih pula karena kau seringkali membi
  • 25

    Apr

    Isolasi

    “Biarkan ayah saya membetulkan semuanya dengan isolasi,’ saran Mary. Menurutnya, dengan isolasi ia dapat memperbaiki segala sesuatu yang lepas, bengkok, goyang atau patah. Isolasi ada dimana-mana, di lemari, di kursi, di dashboard mobil, bahkan di sepatunya.” Mary dan saya memiliki bahan gurauan yang sama, karena seperti ayahnya, ayah saya juga suka membetulkan sesuatu. Namun meski barang yang sudah diperbaiki dapat digunakan lagi,barang itu tak lagi sama seperti aslinya, karena Ayah menggunakan berbagai alat bantu yang aneh-aneh seperti jepit rambut, kabel, klip kertas yang dipuntir, dan tentu saja isolasi. Biasanya Ibu akan berusaha lebih dulu memanggil tukang sebelum ayah menyadari ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Sekali ayah memperbaikinya, Anda pasti dapat membaya
  • 18

    Jan

    Mana yang lebih penting?

    Ingatlah apa yang paling penting, saya mendengungkan kata-kata itu dalam hati saat meninjau kerusakan yang terjadi. Putra saya berdiri sambil meremas tangannya yang sakit, mukanya berkerut karena sedih, sementara matanya yang besar dan coklat memohon permakluman. Karena ingin membuat krayon besar, ia pun mengupas beberapa puluh krayon yang sudah patah, memasukkannya ke dalam panci, lalu menaruhnya di atas oven. Ketika ia meminta izin melakukannya, saya menarik napas panjang. Saat itu saya sedang menyiapkan makan malam, dua anak saya yang lain pergi dengan teman mereka, dan suami saya baru menelepon untuk memberitahukan bahwa ia akan pulang terlambat. Baiklah, kata saya, lalu kembali mengaduk adonan pizza yang saya buat. Namun tiba-tiba saya mendengar suara jeritan dan ledakan. Ketika
  • 22

    Jul

    Impian Yang Tertunda

    Ayah duduk dengan pandangan sayu Menyadari bahwa tak semua keinginannya akan terpenuhi Lalu ia menatapku dengan senyuman yang seolah berkata “Semua impianku hanyalah untukmu.” Ia membimbingku melewati lereng-lereng bukit Melalui kebun buah-buahan dan tempat-tempat yang lebih jauh dari sekadar rumpun dedaunan mint Yang tumbuh di samping kolam di halaman belakang. Ia mendorongku untuk menggapai impian setinggi bintang Saat pepohonan melambai-lambai ditiup embusan angin Aku berpegangan erat dengan hati menggebu Merindukan hal-hal yang jauh di balik pepohonan itu. Kami tertawa melihat awan yang berarak Saat ayah mengajariku menjaga keseimbangan di atas dua roda supaya aku dapat pergi ke dunia yang lain Bebas sebagaimana anak gadis lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan s
  • 22

    Jul

    Hati Seorang Ibu

    Hati seorang ibu terlahir jauh sebelum sang bayi lahir. Dan, begitu elastis sehingga dapat menjangkau setiap anaknya, sehingga dapat terpantul kembali setiap kali si anak mengecewakannya, sehingga dapat bertambah panjang dalam kesabaran setiap kali si anak membutuhkannya. Hati seorang ibu sering menangis lama, merasakan setiap luka anaknya seakan ia sendiri yang terluka, memahami setiap kesalahan anaknya seakan itu kesalahannya. Hati seorang ibu terkadang lelah, namun tak pernah menyerah. Hati seorang ibu adalah milik anaknya yang senantiasa menghibur serta mempercayai ketika tak seorangpun mempercayai, ia memahami ketika tak seorangpun memahami, ia mengasihi bahkan ketika tak seorangpun dapat melakukannya. Hati seorang ibu yakin bahwa anaknya adalah pemenang meski tak s
  • 21

    Jul

    AKU BIASA .....

    Aku biasa meregangkan otot-otot secara teratur dengan berolahraga dan bangga atas kesehatan dan bentuk tubuhku. Aku biasa memikirkan cara mengisi waktu di akhir pekan. Berjalan-jalan keliling kota kemudian tidur di atas pukul sepuluh! Aku biasa bermimpi menjadi orang yang hebat dan memiliki Banyak gelar, Yang menambah gengsi dengan gelar Ph.D di belakang namaku. Aku biasa mengharapkan penghormatan dari apa yang aku katakan dan lakukan. Dan membuat semua orang di sekitarku terkesan dengan apa yang kuketahui. Namun kini tujuanku telah sedikit berubah, karena sebagai ibu kini aku sering . bermain bola, mengendarai sepeda, dan berdandan untuk saat minum teh. Kini otot-ototku dan kulitku yang dulu kencang sudah mengendur Meski dulu bikini yang kupakai begitu pas membentuk tubu
- Next

Profil Penulis

Lianny Hendrawati
@lianny
lianny.hendrawati@gmail.com

Wife | Mom of 3 | Blogger | Blue Lovers

Follow Me

Search

Tulisan Terbaru