Cinta Tanpa Hiatus

11 Feb 2014

Cinta selalu ada dalam hati setiap hati manusia. Sebuah perasaan yang terkadang muncul tiba-tiba dan terkadang hanya bisa dirasakan oleh orang yang memilikinya. Cinta tidak hanya milik dua sejoli yang sedang berpacaran saja, ada banyak cinta di dunia ini. Cinta ibu kepada anaknya, cinta anak kepada orang tuanya, cinta guru kepada muridnya, cinta antar saudara, cinta Tuhan kepada makhluk ciptaanNya, cinta manusia kepada Tuhan, cintaa… ah begitu banyak cinta di dunia ini yang tak akan habis untuk disebutkan.

Cinta tanpa hiatus? Bisa nggak sih?

Bagiku pribadi, tidak ada kata “rehat” untuk cinta. Cinta akan selalu ada dan hadir terus menerus. Mungkin ada saat dimana rasa cinta itu terasa menyakitkan dan pijar cinta mulai redup, maka saat itulah diperlukan perjuangan keras untuk membiarkan pijar itu menyala terang kembali.

Tapi tiap orang tentu memiliki pandangan tentang cinta dengan caranya sendiri. Ada teman-teman yang saat pacaran dulu sering putus nyambung. Ada beberapa yang kutahu, saat mereka bertengkar, mereka lalu mengambil keputusan untuk “istirahat sejenak” dalam artian tidak bertemu untuk jangka waktu tertentu, 3 bulan misalnya. Waktu 3 bulan itu digunakan untuk menenangkan diri dan instropeksi tentang hubungan mereka, apakah masih bisa diteruskan atau tidak. Hasilnya? Ada yang akhirnya nyambung lagi dan ada yang akhirnya putus. Jadi tentu kita tak bisa memberi ultimatum kepada orang lain bahwa cinta tidak boleh hiatus, tidak boleh ini dan itu. Pandangan orang lain belum tentu sama dengan pandangan diri sendiri.

Cinta seorang ibu kepada anaknya adalah cinta tanpa hiatus, bayangkan jika si ibu memilih beristirahat sejenak dalam mencintai anaknya, apa yang akan terjadi? Begitu juga saat Tuhan berhenti mencintai makhluk ciptaanNya apa yang akan terjadi? Mungkin manusia yang terkadang lupa akan Tuhan dan menuruti keinginannya sendiri, tapi Tuhan tak akan beristirahat sedetikpun dalam mencintai manusia. Cinta Tuhan adalah benar-benar cinta tanpa hiatus.

Aku bersyukur atas cinta yang diberikanNya untukku dan akan menjaganya selagi nafas kehidupan ini masih melekat dalam ragaku. Biarlah satu saat nanti, Sang Pemberi Cinta sendiri yang mengambilnya dari dalam hatiku dan menggantinya dengan kedamaian abadi.

Tulisan diikutsertakan dalam Giveaway Cinta Tanpa Hiatus


TAGS cinta tanpa hiatus cinta hiatus


-

Profil Penulis

Lianny Hendrawati
@lianny
lianny.hendrawati@gmail.com

Wife | Mom of 3 | Blogger | Blue Lovers

Follow Me

Search

Tulisan Terbaru